Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Mengemis Kasih di Kaki lima

Pengemis Jalanan
Izinkan aku beradu di sini
Berbumbungkan langit
Berselimutkan dingin sembilu
Beralaskan hamparan kotak-kotak
Aku masih mampu terlena
Lebih lena dari tidurmu
Bertemankan mimpi indah
Yang pernah aku alami dulu
Aku juga insan sepertimu
Ingin rasa bahagia
Sedangkan ku pilih untuk berlari
Jauh dari kehidupan realiti
Hingga aku terdampar disini
Dikau yang bergelar insan
Lemparkan sedikit simpati
Agar perutku terisi
Walau hanya sekelumit sisa dari mulutmu
Aku juga punya hati sepertimu
Tetapi disinilah hatiku
Yang ku bawa lari itu
Hati yang telah lama mati
Dikau yang bergelar insan
Hulurkan secubit kasih
Agar aku rasa dihormati
Sebagai penghuni terhormat
Di kaki lima ini……..
Nukilan:
Ayu Mardiana

Andai Ibu Boleh Memilih



Anakku...
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu

Maka
ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu

ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...

Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak
karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa
tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi
caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit
kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah
satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari
jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita
berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa
sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah...
Saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan
hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang
sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu
dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain
tidak bisa rasakan

Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang
rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle
kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle
kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...

ayah

Terkapang air mata ini menintik
Menggenag tak terasa
Menggantung di sudut mata
Hingga menyesakkan dada ini

Ayah.............
Sebuah nama abadi yang tak terlupa
Yang tlah terkubur berselimut mimpi
Dalam timbunan tanah berdebu

Wahai ayah.............
Dengarkanlah senandung piluku
Yang mengharap kehadiranmu di sisiku
Mengusir segala kepedihan di hati

Ku abadikan fotomu sebagai
Cambuk untuk menggapai masa depanku
Kutuliskan keharuan untukmu
Sebagai pengiring langkahmu di alam sana
Kulantunkan bait demi bait
Agar kau dengar dan kau rasakan
Betapa rindunya aku ingin bertemu
Dirimu ayah..

Sandaran Hati Dalam Hidup

SANDARAN HATI

Aang Saeful Millah
Hidup adalah perjuangan. Tidak mudah menjadi seorang yang istiqomah dalam kebenaran, karena tidak jarang dalam dalam perjalanan hidup godaan menghampiri. Namun, juga tak sulit untuk beristiqomah asal ada niat dan kemauan yang kuat.kelaparan kemiskinan, kesedihan, kehormatan, dan kekayaan adalah diantara pintu yang kerap dimasuki setan, untuk meyeret seseorangyang bergabung dalam barisannya. Bukan hanya orang yang berperangai buruk yang mendapat ujian, orang yang baik pun mendapatkan ujian yang sama dari Allah SWT.

Karena itu, ketika godaan tersebut mendatangi kita, yang patut dilakukan adalah menyandarkan diri dan memohon perlindungan pada Yang Mahakuasa, Allah SWT. "Dan Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, jatuh dalam jurang kesesatan, yang berakibat penyesalan. Putra dan istri Nabi NuhAS, misalnya, mereka hanya bergantung kepada ketinggian gunung, untuk menyelamatkan diri dari banjir yang dahsyat, padahal ada zat Yang Mahatinggi ,yang jika menghampiri dan mendekati-Nya, Dia akan lebih mendekat dan menyelamatkannya.

Orang yang menyandarkan hatinya pada Asllah SWT selalu akan menuai ketenteraman. Dalam surat al-Ma'arij ayat 19-23, dijanjikan bagi oarang yang bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam shalatnya, akan selamat dari sifat buruk, keluh kesah dan kikir. Itu sebabnya shalay yang baik dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan shalat adalah wujud penyerahan dan penyandaran hati pada Allah SWT. 'Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah)dengan sabar dan (mengerjakan) shalat." (QS al-Baqarah [2]: 153).

Ketika Musa As dan umatnya mengalami tekanan berat dari Fir'aun, ketika Muhammad SAW dan para sahabatnya menerima kecaman dari orang-orang kafir, hanya satu yang mereka lakukan: mendekat pada Allah. Mereka semua bersandar seraya bermunajat pada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan kekuatan. Hanya oarng yang sombonglah yang tidak mau bergantung pada Allah SWT. Hanya orang sombonglah yang menganggap apa yang dimiliki mampu menyelamatkan hidupnya. Terlalu saya kalau hidup yang sekali ini hanya untuk menyombongkan diri.
tattoo 2013 car modification haircut script tattoo